RPBD Sayangkan Lambannya Dibun Riau Dalam Program PSR Presiden

Pekanbaru – Program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) yang belakangan ini menjadi sedikit heboh di Provinsi Riau, dikarenakan belum terlaksana nya dengan baik, mendapat perhatian dari Perkumpulan Rumah Pergerakan Bangun Desa (RPBD).

RPBD menyayangkan kalau program PSR ini tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya seperti yang sudah ditargetkan. PSR merupakan program unggulan dari Presiden Joko Widodo. Program ini langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat petani sawit.

Ketua Umum RPBD, Asrian Toni kepada pers mengatakan “Kami mendengar dan membaca juga dari beberapa media kemaren, yang menyatakan bahwa target PSR dari program Presiden, tidak berjalan sesuai target di Provinsi Riau. Padahal itu Program yang bagus bagi petani sawit, apalagi disaat pandemi dan situasi sekarang ini. Di Riau petani sawit kita, di desa-desa banyak, ya pasti mereka membutuhkan program ini”. Rabu (22/9/2021).

“Program yang diatur melalui perpres itu seharus nya terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat riau. Karena kita tahu juga, bahwa salah satu dari penjabaran Visi gubernur Riau sampai tahun 2024 ini, misi nya yaitu peningkatan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan, dengan cara bantuan peremajaan kelapa sawit, kelapa dan karet. Seharusnya dinas perkebunan paham akan hal ini. Karena program presiden dan gubernur riau itu sejati nya selaras. Tinggal aplikasi nya dilapangan bagaimana, serius atau tidak untuk itu”. Lanjut Toni.

Mantan aktivis HMI ini menambahkan, “dimedia kemaren kami baca, dinas perkebunan malah seolah menyalahkan kondisi dan keadaan, dan lemah nya SDM. Kalau memang begitu, waduh sangat sayang sekali. Ini bertentangan betul dengan Visi Gubernur Riau Syam Edi pada point pertama, yaitu Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Beriman, Berkualitas dan Berdaya Saing Global Melalui Pembangunan Manusia Seutuhnya. Daripada mengeluhkan kondisi, SDM dan lain nya, yang malah tak akan memenuhi target ini. Kami sarankan coba lah untuk sedikit berinovasi serta berkolaborasi dengan pihak atau stake holder lain nya. Agar program PSR ini dirasakan manfaat nya.

“Mengutip kata bijak, tidak ada anak buah yang lemah, cuma pemimpin yang tidak siap. Kira kira begitulah. Agar program PSR ini terealisasi dengan baik, maka bijaklah menyikapinya, berkolaborasi serta berinovasi, bukan malah menyalahkan SDM. Program presiden yang selaras dengan program gubernur riau ini, sangat di idamkan oleh masyarakat petani sawit khusus nya, karena sedikit ikut meringankan dalam kondisi ditengah guncangan pandemi saat ini”. RPBD mungkin akan bersurat kepada Presiden RI, kalau target yang diberikan tidak terlaksana dengan baik di riau, karena ini untuk masyarakat indonesia serta terwujud nya Riau Lebih Baik, Tutup Toni.