Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau menjajaki kerja sama dengan Bank Pembangunan Islam (IsDB) di Jeddah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di bumi Melayu Lancang Kuning.
“Kerja sama tersebut digagas karena Lembaga ini merupakan alternatif bagi pelaku bisnis untuk memanfaatkan sumber pendanaan yang berbeda dengan lembaga-lembaga keuangan lain yang menerapkan sistem konvensional, yaitu menerapkan bunga bank, commitment fee dan over due,” kata Gubernur Riau Syamsuar dalam pernyataan di Pekanbaru, Kamis.
Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan juga dapat memberikan dukungan untuk pembangunan Riau dan juga pemberdayaan wakaf sebagai penggerak ekonomi syariah di Riau.
Syamsuar menyebutkan kerja sama ini perlu dijajaki karena IsDB merupakan lembaga multilateral keuangan perintis yang menerapkan sistem Islam dengan sebutan sistem syariah, yaitu tidak mengenakan bunga dan denda (non interest and non fee for overdue), tetapi dengan pedoman mark-up.
“Sesuai perannya, IsDB menerapkan pedoman tersebut untuk menentukan keuntungan. IsDB juga bukan lembaga keuangan perbankan atau organisasi yang bersifat komersial, atau bukan organisasi sosial seperti badan pengumpul dana ummat BAZIS itu,” katanya. (Ant)
